🥌 Makalah Rasm Al Qur An

Al-Quran ditulis dalam lembaran kertas dan kemudian dinamakan Mushaf al-Quran. Penulisan al-Quran dalam mushaf, terdapat perbedaan dalam penulisan rasm nya. Dewasa ini, kesadaran umat muslim akan penggunaan mushaf Quran yang memakai Rasm khusus penulisan al-Quran (yang kemudian disebut Rasm Utsmani) terus meningkat. Dengan demikian kajian ulum al-Qur’an adalah segala ilmu yang erat kaitan dengan intisari ajaran al-Qur’an baik dari segi penulisan, cara membaca, menafsirkan, asba an-Nuzul, nasikh mansukh, kemukjizatan maupun ilmu-ilmu sebagai sanggahan terhadap serangan atau yang melemahkan kemurnian al-Qur’an baik ditinjau dari aspek keberadaannya PENULISAN DAN RASM AL-QUR’AN. A. PENDAHULUAN. Al-Qur’an kitab suci umat Islam merupakan kitab yang paling memiliki kekuatan sepanjang sejarah. Kekuatan tersebut kadang muncul dengan sendiri, karena aspek estetik al-Qur’an atau dimunculkan oleh manusia (ulama, mufassir) melalui kajian-kajian tafsirnya. Kajian-kajian tersebut dituliskan Dan juga terima kasih kepada teman-teman yang sudah bekerja sama dalam pembuatan makalah ini yang berjudul dan menjelaskan tentang “Ulumul Qur’an Sebagai Ilmu”. Makalah Ulumul Al-qur’an dan Sejarah Perkembangannya disusun guna memenuhi tugas dosen pada mata kuliah Studi Quran Hadist di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nida El Adabi Ada yang menilai rasm al-Qur’an adalah tauqifiy dan ada yang menilai bukan tauqifiy tapi hanya istilah yang disetujui oleh Usman dalam menetapkan pola penulisan al- Qur’an. Berdasarkan argumen yang dikemukakan dapat disimpulkan bahwa rasm Usman bukan tauqify namun hanya sitilah yang disepakati oleh Usman yang tidak wajib mengikuti pola Dalam Rasm Utsmani, kaidah memisah dan menyambungkan tulisan pada. umumnya menyangkut bentuk-bentuk kalimat kata sambung seperti alla, ‘amman, fima, dan lain-lain. Aturan pemisahan (fashl) dan penyambungan (washl) di dalam tulisan, aturan badal yang terdiri dari beberapa macam aturan yaitu: 1. MakalahTentang Rasm Al Qur'an B. Pengertian Rasm Al-Qur'an Rasm al-Quran yang disebut juga rasm utsmani ialah penulisan al-Qur'an oleh para sahabat dengan kaidah khusus yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Arab. Kaidah ini teringkas dalam enam kaidah; Al-Hadzf (membuang,menghilangkan, atau meniadakan huruf). MakalahUlumul Quran : Rasm Al-Quran hal [4] menyatakan bahwa, tidak seujung rambutpun huruf Al-Qur`an yang ditulis atas kehendak seorang sahabat nabi atau yang lainnya.Rasmul Qur`an adalah tauqifi dari nabi Muhammad saw, yakni atas dasar petunjuk dan tuntunan langsung dari Rasulullah saw. A. Kesimpulan Penulisan dan pengumpulan Al-Qur’an terbagi menjadi tiga periode, pada masa nabi Muhammad Al-Qur’an lebih banyak dihafal dan ditulis dengan alat yang sangat sederhana, pada masa Abu Bakar Al-Qur`an dikumpulkan dalam satu mushaf yang dilakukan oleh Zaid bin Tsabit sebagai ketua, pengumpulan Al-Qur`an pada masa khalifah ketiga C7jSfB3. 100% found this document useful 2 votes2K views10 pagesOriginal TitleMakalah Rasm Al-Qur'an Aminah.docxCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 2 votes2K views10 pagesMakalah Rasm Al-Qur'an AminahOriginal TitleMakalah Rasm Al-Qur'an Aminah.docxJump to Page You are on page 1of 10 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 9 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Rasmul qur’an merupakan salah satu bagian disiplin ilmu alqur’an yang mempelajari penulisan Mushaf Al-Qur’an yang dilakukan dengan cara khusus, baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang digunakan. Rasimul Qur’an dikenal juga dengan nama Rasm Utsman. Khalifah Usman bin Affan memerintahkan untuk membuat sebuah mushaf Al-Imam, dan membakar semua mushaf selain mushaf Al-Imam. Karena pada zaman Usman bin Affan kekuasaaan Islam telah tersebar meliputi daerah-daerah selain Arab yang memiliki sosio kultur yang berbeda. Hal ini menyebabkan percampuran kultur antar daerah. Sehingga ditakutkan budaya arab murni termasuk di dalamnya lahjah dan cara bacaan menjadi rusak atau bahkan hilang tergilas budaya dari daerah lainnya. Implikasi yang paling ditakutkan adalah rusaknya budaya oral arab akan menyebabkan banyak perbedaan dalam membaca Al-Qur’an. Utsmani adalah tulisan yang dinisbatkan kepada Sayyidina Utsman Istilah ini muncul setelah selesainya penyalinan al-Quran yang dilakukan oleh tim yang dibentuk Ustman pada tahun 25 Hijriyah. Para Ulama Mengistilahkan cara penulisan ini dengan “Rasmul Utsmani’. Yang kemudian dinisbatkan kepada Amirul Mukminin Ustman Banyak ulama yang berbeda pendapat tentang penulisan ini, ada yang berpendapat bahwa tulisan tersebut bersifat taufiqi ketetapan langsung dari Rasulullah, mereka berlandaskan riwayat yang menyatakan bahwa Rasulullah menerangkan kepada salah satu Kuttab juru tulis wahyu yaitu Mu’awiyah tentang tata cara penulisan wahyu. diantara Ulama yang berpegang teguh pada pendapat ini adalah Ibnu al-Mubarak dalam kitabnya “al-Ibriz” yang mengutip perkataan gurunya “ Abdul Aziz al-Dibagh”, “bahwa tulisan yang terdapat pada Rasm Utsmani semuanya memiliki rahasia-rahasia dan tidak ada satupun sahabat yang memiliki andil, seperti halnya diketahui bahwa al-Quran adalah mu’jizat begitu pula tulisannya”. Namun disisi lain, ada beberapa ulama yang mengatakan bahwa, Rasmul Ustmani bukanlah tauqifi, tapi hanyalah tata cara penulisan al-Quran saja. Rumusan Masalah Apa pengertian dan sejarah Rasm Al-Qur’an? Bagaimana Hukum dan Kedudukan Rasm Al-Qur’an? Apa saja kekeliruan dalam penulisan? Bagaimana susunan Ayat dan Surat Rasm utsmani? Tujuan Penulisan Mampu mengetahui pengertian dan Sejarah Rasm AL-Qur’an. Mengetahui Hukum dan Kedudukan Rasm Al-Qur’an. Mengetahui kekeliruan dalam penulisan. Mengetahui susunan-susunan ayat dan surat ar rasm. BAB II PEMBAHASAN Pengertian dan Sejarah Rasm Al-Qur’an Rasm Al-Qur’an atau Ar-Rasm Al-Utsmani lil Mushafpenulisan mushaf Utsmani adalah Suatu metode khusus dalam penulisan Al-Qur’an yang di tempuh oleh Zaid bin Tsabit bersama tiga orang Quraisy yang di setujui oleh Utsman. Hal ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran meluasnya perbedaan pendapat antara kaum muslim tentang penulisan dan bacaan Al-Qur’an yang benar. Terutama setelah wilayah khilafah islamiyah semakin meluas ke utara. Umat islam pada masa itu mengikuti qiraah sahabat yang berbeda-beda. Perbedaan Qiraah menjadi permasalahan bagi sebagian umat islam yang tidak mengerti dan tahu bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam beberapa versi Qira’ah. Kekhawatiran Utsman dapat terbaca jelas dalam pidatonya “Anda Semua yng dekat denganku berbeda pendapat, apalagi orang-orang yang bertempat jauh denganku, mereka pasti lebih jauh berbeda lagi” Riwayat Daud Ustman inisiatif dengan membentuk tim penulisan kembali Al-Qur’an kedalam beberapa Mushaf dengan acuan pada mushaf Abu Bakar. Tim dikepalai oleh Zaid bin Tsabit, dibantu tiga sahabat Abdullah ibn az-Zubair, Said ibn Al-Ash dan abdurrahman ibn al Harrits ibn Hisyam. Zaid berasal dari suku Madinah sedangkang tiga orang lainnya berasal dari suku Quraisy akan di perlukan dalam memenangkankan logat Quraisy jika terjadi perbedaan antara Zaid dan tiga orang lainnya. Ustman menjelaskan bahwa “jika terjadi perbedaan pendapat dengan zaid maka tulislah dengan logat quraisy, karena al quran diturunkan dalam logat quraisy” HR. Bukhori. Huruf-huruf dibiarkan tanpa titik dan syakal,, karen jika memakai titk dan dan syakal, perbedaan tidak dapat diakomodir. Misalnya fatabayyanu bisa juga di baca fatabayatu dan juga nunsyiruhaa bisa dibaca nusyizuhaa. Perbedaan Rasm al qur’an Mushaf Utsman dengan Mushaf Abu Bakar, yakni Abu Bakar telah menyusun ayat demi ayat sesuai dengan urutan nya yang tauqifi namun belum tersusun surat demi surat. Jadi, Mushaf Utsmani menyempurnakannya dengan mnyusun surat demi surat sesuai urutannya tartib as-suwar. Metode khusus dalam Al-Qur’an yang digunakan oleh 4 sahabat yang disetujui oleh khalifah Utsman. Istilah rasmul Qur’an diartikan sebagai pola penulisan al-Qur’an yang digunakan Ustman bin Affan dan sahabat-sahabatnya ketika menulis dan membukukan Al-Qur’an. Mushaf Utsman ditulis dengan kaidah tertentu. Para ulama meringkas kaidah itu menjadi enam istilah, yaitu Al–Hadzf membuang,menghilang­kan,atau meniadakan huruf. Contohnya, menghilangkan huruf alif pada ya’ nida’ يَََآَ يها النا س . Al – Jiyadah penambahan, seperti menambahkan huruf alif setelah wawu atau yang mempunyai hokum jama’ بنوا اسرا ئيل dan menambah alif setelah hamzah marsumah hamzah yang terletak di atas lukisan wawu تالله تفتؤا. Al – Hamzah, Salah satu kaidahnya bahwa apabila hamzah ber-harakat sukun, ditulis dengan huruf ber-harakat yang sebelunya, contoh ائذن . Badal penggantian, seperti alif ditulis dengan wawu sebagai penghormatan pada kata الصلوة. Washal dan fashlpenyambungan dan pemisahan,seperti kata kul yang diiringi dengan kata ma ditulis dengan disambung كلما . Kata yang dapat di baca dua bunyi. Suatu kata yang dapat dibaca dua bunyi,penulisanya disesuaikan dengan salah salah satu bunyinya. Di dalam mushaf ustmani,penulisan kata semacam itu ditulis dengan menghilangkan alif, contohnya,ملك يوم الدين . Ayt ini boleh dibaca dengan menetapkan alifyakni dibaca dua alif, boleh juga dengan hanya menurut bunyi harakatyakni dibaca satu alif. Hukum dan Kedudukan Rasm Al-Qur’an. Jumhur ulama berpendapat bahwa pola Rasm Utsmani bersifat wajib dengan alasan bahwa para penulis wahyu adalah sahabat-sahabat yang ditunjuk dan dipercayai Nabi saw. Pola penulisan tersebut bukan merupakan ijtihad para sahabat Nabi, dan para sahabat tidak mungkin melakukan kesepakatan ijma dalam hal-hal yang bertentangan dengan kehendak dan restu Nabi [1] Terdapat sekelompok ulama berpendapat lain, bahwa pola penulisan di dalam rams Ustmani tidak bersifat taufiqi, tetapi hanya ijtihad para sahabat. Tidak pernah ditemukan riyawat Nabi mengenai ketentuan pola penulisan wahyu. Bahkan sebuah riwayat Nabi mengenai ketentuan pola penulisan wahyu. Bahkan sebuah riwayat dikutip oleh Rajab Farjani “Sesungguhnya Rasulullah saw, memerintahkan menulis Al-Qur’an, tetapi tidak memberikan petunjuk teknis penulisannya, dan tidak pula melarang menulisnya dengan pola-pola tertentu.” Dan ada jga riwayat yang mengatakan. “Jibril membacakanku satu huruf bacaan lalu aku mengikutinya. Tiada henti aku mengulanginya, dan aku mengulanginya dalam bentuk tujuh macam bacaan”. Keliruan dalam Penulisan. Mengenai mushaf Utsmani, walaupun sejak awal telah dilakukan evaluasi ulang, ketika dilakukan tauhid al-Mashahif, ternyata tidak luput dari kekeliruan dan inkosistensi. Hal demikian terjadi karena pada masa dilakukannya tauhid al-Mashahif, kaum muslimin belum begitu mengenal dengan baik seni khath dan cara penulisan usluh al-Kitabah. Bahkan mereka belum mengenal tulisan, kecuali beberapa orang saja. Adanya kekeliruan lahn ini, diakui oleh Ustman sendiri. Ibnu Abi Daud meriwayatkan bahwa setelah mereka menyelesaikan naskh Al-Mahsahif, mereka membawa sebuah mushaf kepada Utsman, kemudian dia melihatnya dan mengatakan “Sungguh kalian telah melakukan hal yang baik. Didalamnya aku melihat ada kekeliruan lahn yang lanjutnya Utsman mengatakan “Seandainya yang mengimlakan dan Hudzail dan yang menulis dari tsaqif, tentu ini tidak akan terjadi di atasnya. Waktu akan diluruskan oleh kemampuan bahasa “mereka sepanjang sejarah tidak dilakukan. Disini terdapat hikmah. Karena bila dilakukan, justru oleh tangan-tangan ahli kebatilan yang mengatasnamakan istilah atas kekeliruan, atau dijadikan mainan para pengekor hawa nafsu. Oleh karena itu pula, seperti di atas, Ali bin Abi Thalib mengatakan. “Sejak ini Al-Qur’an tidak dapat diubah apapun.” Susunan Ayat dan Surat Ar Rasm Utsmani Dalam Al-Itqan, As-Suyuthi mengatakan bahwa berdasarkan Ijma dan nash-nash yang ada, susunan surat dan ayat dalam al-Qur’an adalah tawqifi. Ijma’ tentang urutan ayat dan surat ini telah dinukil oleh sebagian besar ulama, diantaranya adalah Az-Zarkasyi dalam kitab “Al-Burhan”, dan Abu Ja’far bin Zubair dalam kitab “Al-Munasabat”. Sedangkan dari nash diantaranya adalah hadits riwayat Zaid bin Tsabit, ia berkata كنا نؤلفُ القرآن من الرِّقاع “Kami menulis al-quran dari riqa’, yakni mengumpulkannya untuk menertibkannya” Dan banyak hadits-hadits lain yang menjelaskan. Nama surat juga tauqifi. Dalilnya ialah hadits Muslim dari Abuh Hurairah ان البيت الذى تقرأ فيه البقرة لا يدخله شيطان “Sesungguhnya rumah yang dibacakan surat al-Baqarah tidak akan kemasukan syetan”. HR. Muslim Ulama yang mengatakan bahwa urutan surah bukan tauqifi, tetapi hasil ijtihad para sahabat menggunakan dalil dari hadits riwayat Muslim dari Hudzaifah yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW dalam sebuah shalat pada rakaat pertama membaca surat An Nisa dan pada rakaat kedua membaca surat Ali Imran. Ini membuktikan bahwa urutan surat dalam al-Qur’an adalah hasil ijtihad para sahabat, seperti yang dikatakan al-Qadli Iyadl. BAB III PENUTUP Kesimpulan Rasm utsmani adalah sebuah prestasi gemilang dalam sejarah perkembangan Islam, meredam perbedaan dan menghindarkan Al-Qur’an dari kesirnaan. Jika rasm utsmani tidak ada, mungkin al-Qur’an tidak akan pernah sampai ke tangan kita. Dan apapun pendapat ulama tentang rasm utsmani, ia adalah maha karya sahabat dan khulafaur rasyidin, di mana kita dianjurkan berpegang teguh kepada sunnahnya dan sunnah khulafaur rasyidin, jika menginginkan keselamatan di saat perpecahan umat semakin menjadi yang menjadikan Islam semakin penuh warna, dan semakin meningkatnya kecenderungan manusia terhadap dunia. Semoga Allah menetapkan kita sebagai orang yang mampu mencicipi air segar telaga Rasulullah SAW dan sebagai orang yang bisa memandang wajah Allah yang maha agung. Amin. Uploaded byAffection Fahrul 0% found this document useful 0 votes8 views11 pagesDescriptionBismillahCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes8 views11 pagesMAKALAH Rasm QuranUploaded byAffection Fahrul DescriptionBismillahFull descriptionJump to Page You are on page 1of 11Search inside document You're Reading a Free Preview Pages 6 to 10 are not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

makalah rasm al qur an